Assalamualaikum
wr wb
Semangat
pagi teman semua, kali ini saya Ayu Safitri akan berbagi ke kalian mengenai
pengalaman hari pertama saya magang atau prakerin (praktek kerja industri) di
Swadesi Printing, Pontianak.
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah yang sudah mengizinkan saya untuk bisa melaksanakan
magang di tempat yang saya inginkan sebelumnya. Walaupun sebelumnya saya belum
tau bagaimana keadaan disana, bagaimana sifat orang – orangnya dan bagaimana
sikap mereka ke saya nantinya. Tapi saya coba untuk berprasangka baik, mencoba
untuk yakin kalo Allah itu pasti kasi yang terbaik untuk hamba-Nya.
Hari Senin tanggal 11 Januari 2016 saya dan lima teman saya dari
sekolah yang sama yaitu SMKN 1 Sungai Raya diantar oleh guru pembimbing kami,
Ibu Sumarghini ke lokasi Swadesi Printing. Hari itu bukan hari pertama kali
saya ke swadesi printing, tapi pertama kali saya dan teman – teman saya resmi
diantar dan mulai melaksanakan magang. Sesampainya disana pada sekitar pukul 10
lewat 20-an menit lalu saya dan lima teman saya tadi diajak masuk pada pukul
setengah sepuluh. Alhamdulillah, sambutan dari pihak Swadesi Printing baik
sekali kepada kami. Tidak lama setelah itu, guru pembimbing dari sekolah kami
pun pergi meninggalkan kami untuk dibimbing oleh Pak Benny dari pihak Swadesi
sendiri.
Tidak
cukup disitu, hari itu juga saya dan teman – teman saya diberi beberapa bahkan
banyak materi dari Pak Ben dan banyak ilmu yang dapat kami ambil didalamnya.
Nah, itulah yang akan saya coba untuk dituangkan kembali ke tulisan ini.
Teman –
teman sekalian, tujuan kita disini (Swadesi) adalah untuk mendapat ilmu, untuk
belajar. Dan untuk bisa mendapatkan itu kita perlu sikap yang namanya ikhlas.
Kita mengerjakan ini itu semaksimal mingkin dan usaha aja terus, untuk hasilnya
kita pasrahkan hanya pada Allah. Kita melakukan sesuatu, misalnya disuruh ini
ya kita laksanakan, kita lakukan, dengan tidak mengharapkan pujian dan
lagi-lagi pasrah kepada Allah. Lalu dengan keihlasan kita itu tentunya kita
akan mendapatkan sikap yang lain, yaitu jujur dan sabar. Semua itu digabungkan
menjadi akhlak yang baik dan jadilah kita manusia yang berakhlak, bukan manusia
yang bodoh dan bukan manusia yang percuma hidup.
Jika
akhlak kita baik,kita juga berbuat baik kepada orang lain, maka nanti orang –
orang yang lain juga akan berbuat baik kepada kita. hidup kita akan nyaman,
tidak seperti orang – orang yang mencintai kebohongan. Bohong yang pertama kali
akan manimbulkan kebohongan – kebohongan yang lannya.Maka dari itu, jadilah
manusia yang apa adanya, jujur dan ikhlas.
Kita
hidup ini sudah diberi Allah 2 pilihan. Mau pilih bahagia atau tidak bahagia.
Nah, kalau kita pilih bahagia maka kita akan pilih juga apa yang kita suka dan
itu kita lakukan dengan ikhlas juga, dengan jujur dan tentunya sabar. Maka
dengan itu, akan tercapailah kebahagiaan, akan terpecahkan masalah – masalah
dan jadilah kita manusia yang pintar. Nah kalau kita memilih untuk bohong,
mengharap imbalan atau menipu diri kita sendiri seperti misalnya, kita tidak
suka ini tapi kita bilang suka maka itu sudah
menipu diri kita sendiri.
Sebagai
manusia, kita diciptakan sebagai makhluk yang sempurna oleh Allah SWT. Apa
bedanya dengan binatang? Kerbau misalnya. Otak? Oh, bukan. Kerbau juga
mempunyai otak. Akal? Oh, bukan juga. Binatang masih mempunyai akal, misalnya
saja saat mereka mengambil buah di pohon yang tinggi, nah itu dengan akal
mereka. Lalu, apa bedanya kita dengan binatang? KESADARAN.
Ya,
manusia punya kesadaran diri sedangkan binatang tidak. Kita bisa sadar kalo
kita sedang berjalan, kita sadar kita menggerakkan kaki kita saat itu. Kita
sadar kalo kita lagi berada di suatu tempat dan itu kesadaran yang datang dari
otak kita, pemikiran kita. bagaimana bisa? Allah yang menghendaki, Allah sudah
beri kita kesadaran diri dan kita butuh kesadaran itu untuk menyadarinya.
Nah,
sekarang coba kita bayangkan bagaimana sih bentuk Allah itu? Saat mendengar
“Allah” apa yang ada di pikiran kita? Masing – masing dari saya dan teman –
teman saya berbeda pendapat. Ada yang bilang kalo dibayangannya Allah itu
seperti orang, besar, berbaju putih, ada yang bilang kalo Allah itu seperti
orang yang gagah, sedangkan saya bilang tidak terbayangkan dan yang teringat
dibenak saya kala mendengar nama Allah adalah cahaya yang didepannya tertulis
lafadz Allah.
Tapi
sebenarnya, bagaimana sih bentuk Allah? Allah itu meliputi segalanya, meliputi
alam semesta, ada disekitar kita bahkan sangat dekat dengan kita. Ia dzat yang
sempurna, maha Besar dan maha Mulia. Tidak ada dzat yang seperti dia. Jika lihat
ciptaan Allah, alam semesta ini misalnya maka Allah lebih indah daripada
ciptaannya. Sungguh hebatnya Ia. Karena itu, dengan desain atau desain grafis,
kita membuktikan bahwa itu hebat. Ia berikan kita akal dan kesadaran dan kita
gunakan, kita maksimalkan sampai mati. Seperti halnya Rasulullah SAW yang
shalat sampai kakinya bengkak, padahal beliau SAW sudah dijamin masuk surga. Apa
katanya? “apakah saya tidak boleh menjadi orang yang pandai bersyukur?” Maka
dari itu, kita sebagai pengikutnya juga harus pandai bersyukur.
Nah,
teman – teman. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan untuk materi seri pertama,
hehe. Saat itu materinya ditutup saat adzan zuhur berkumandang. Satu lagi pesan
pak Ben sebelum menutup materinya, yaitu untuk mendapat ilmu dari Allah, maka
kita harus punya kunci untuk membuka gerbang yang menutup ilmu itu. Kunci itu
adalah ‘bertanya’, maka semakin banyak bertanya akan semakin banyak ilmu kita.
Setelah
selesai shalat Zuhur, materi ditambah atau disambung. Saat saya dan kedua teman
perempuan saya masuk ke ruangan, disana sudah ada para teman laki – laki, Pak
ben dan Bang Panser. Saya pun merasa ketinggalan, tapi untunglah setelah kami
duduk pak Ben mengulangi apa yang dikatakannya kepada teman – teman saya yang
laki – laki tadi.
Materi yang
selanjutnya adalah tentang desain grafis sendiri. Simple. Sebenarnya, semua
gambar, semua desain bahkan ciptaan Allah seperti manusia sendiri berasal dari
satu titik. Titik yang digabungkan menjadi garis disebut garis, titik yang
melengking disebut lengkungan dan desain adalah ttik – titik yang disatukan
atau digabungkan. Manusia sendiri berasal dari setutik sel, lalu berkembang
menjadi seperti kita sekarang ini. Dari mata, mata ini titik, bentuk wajah,
pori – pori dan banyak lagi contohnya.
Selanjutnya
dasar – dasar untuk mendesain. Pak Ben mengambil contoh dari manusia. Manusia sendiri
tubuhnya terbagi menjadi 3 bagian :
1)
Kepala
Pada bagian ini merupakan bagian paling
penting, semua pancaindra dan otak, alat pemikiran kita berada. Begitu juga
halnya dengan desain. pada desain kepala dosebut juga header, merupakan bagian
yang paling penting dan didalamnya juga terdapat pesan atau informasi yang
paling penting.
2)
Badan
Bagian ini merupakan bagian yang paling
penting kedua. Misalnya saja, kepala kita ditembak maka kita kemungkinan besar
tidak selamat tapi jika bagian dalam badan misalkan jantung yang ditembak, bisa
saja kita selamat. Wallahualam, intinya kepala lebih penting daripada badan. Pada
desain, bagian ini diseut body yang berisi informasi yang akan disampaikan.
3)
Kaki
bagian terbawah dari tubuh juga merupakan
bagian terbawah dari desain. bagian ini sama pentingnya dengan yang lain. Misalkan
saja kaki ini tidak ada, maka kita tidak bisa berdiri.
Begitu juga desain. nah, jadi intinya semua bagian sama –
sama penting hanya saja kegunaan atau fungsinya beda. Kaki pada desain disebut
juga footer.
Setelah
terbagi 3 bagian, kita bisa membaginya lagi menjadi beberapa bagian. Misalkan bagian
kepala, terbagi menjadi dahi dan alis, mata, hidung, mulut. nah dalam desain
juga bisa kita bagi lagi bagiannya.